Masih dalam semangat Global Astronomy Month - One People, One Sky , postingan bulan ini kayaknya bakal banyak yang bertemakan astronomi, hehe. Berhubung topik paling hangat saat ini adalah hujan meteor Lyrids, jadi yuk kita bahas serba-serbi tentang meteor. Sebagian orang acap kali menganggap bahwa meteor, meteorit, dan meteoroid merupakan hal yang sama. Meteoroid merupakan batuan yang terdapat pada ruang antar planet dengan ukuran yang beragam. Meteoroid yang menjadi panas dan berpijar karena menembus lapisan atmosfer bumi inilah yang disebut meteor. Sisa-sisa meteoroid yang sampai ke permukaan bumi disebut sebagai meteorit. Meteor juga dikenal sebagai bintang jatuh karena cahaya yang ditimbulkan ketika bergesekan dengan atmosfer bumi membuat sebagian orang mengira sebagai bintang. Meteor yang sangat cemerlang (dengan tingkat kecerahan minimal -3) disebut sebagai fireball atau bollide. Ketika ada sekumpulan meteor yang memasuki atmosfer bumi, kita mengenalnya sebagai fenomena hujan meteor (meteor shower / meteor outburst). Ada beberapa major meteor shower yang kita kenal selama ini, antara lain :
- Quadrantids — terjadi pada 1 - 5 Januari dengan rate 40 - 100 meteor per jam
- Lyrids – terjadi pada 16 - 26 April dengan rate 15 - 20 meteor per jam. Meteor ini berasal dari komet Thatcer pada konstelasi Lyra
- Eta Aquarids – terjadi pada 19 April - 28 Mei dengan rate 20 - 50 meteor per jam. Meteor ini berasal dari potongan komet Halley
- Delta Aquarids – terjadi pada 8 Juli - 20 September dengan rate sekitar 20 meteor per jam
- Perseids — hujan meteor tahunan yang terjadi pada 17 Juli - 24 Agustus dengan rate 50 - 100 meteor per jam. Dinamakan Perseid karena meteor-meteor ini berasal dari konstelasi Perseus, tepatnya berasal dari potongan dari puing-puing komet Swift-Tuttle
- Orionids – terjadi pada 10 September - 26 Oktober dengan rate sekitar 25 meteor per jam. Sesuai namanya, hujan meteor ini berasal dari konstelasi Orion, tepatnya potongan dari puing-puing komet Halley
- Taurids – terjadi pada 15 September - 26 November dengan rate 12 - 15 meteor per jam. Diperkirakan berasal dari konstelasi Taurus, meskipun tepatnya berasal dari potongan puing-puing komet Encke
- Leonids – terjadi pada 14 - 21 November dengan rate 10 - 15 meteor per jam. Diperkirakan berasal dari konstelasi Leo, meskipun tepatnya berasal dari potongan puing-puing komet Temple-Tuttle
- Geminids – terjadi pada 7 - 17 Desember dengan rate 50 - 80 meteor per jam. Diperkirakan berasal dari konstelasi Gemini, meskipun tepatnya berasal dari potongan puing-puing asteroid 3200 Phaeton
- Ursids – terjadi pada 17 - 26 Desember dengan rate 10 - 20 meteor per jam. Diperkirakan berasal dari potongan puing-puing komet Tuttle
Related posts:















wadu klo kna kpla bsa lngsung matek matek matek matekhttp://gaiucednaltaire.co.cc/wp-includes/images/smilies/icon_biggrihttp://gaiucednaltaire.co.cc/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gifn.gifhttp://gaiucednaltaire.http://gaiucednaltaire.co.cc/wp-includes/images/smilies/icon_surprised.gifco.p-includes/images/on_smile.gifhttp://gaiucednaltaire.co.cc/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif